
belum genap sepekan saya mencoba mencurahkan kegerahan yang amat sangat atas putusan penghentian kasus besar itu. postingan dibawah adalah hasil apatisme memuncak atas kekecewaan yang lumrah terjadi. wajar saja, sebagai seorang rakyat, ekspektasi tentang ‘keindahan’ bernegara adalah sebuah harapan yang terus melintas, walau tak jarang berbuah kekecewaan dan kemarahan akibat berbagai keputusan tak populis elit negeri ini.
sang jaksa teladan yang diharapkan mampu menjadi pilar penegakan hukum harus mengakhiri kisah cemerlangnya dengan sebuah ‘parodi’ mengenaskan. ia, tak kuasa melawan sisi hitamnya sebagai seorang manusia. nuraninya mati melihat onggokan kertas-kertas pembuta itu. hatinya ‘luluh’, untuk kemudian memutuskan memilih jalan singkat dan menafikan, membuang jauh-jauh hati kecilnya, semuanya mati hanya karena keinginan semu dan sesaat itu.
maaf, ketika apatisme kami memuncak, stigma itu sulit terhapus dari memori otak kecil kami, kami tahu membangun kepercayaan itu susah, public trust menjadi semakin sulit diwujudkan jika setiap hari kami disuguhi cerita-cerita dongeng yang memuakkan dan membuat kata ‘percaya’ menjadi sangat langka.
terimakasih tuhan, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk asa ratusan juta hati di negeri ini..
dari kami, yang tak seberapa, pemimpi di ujung negeri ini…
kami mencintai merah-putih, mengapa kalian tak mencoba untuk sekedar mengingat apa warna bendera kita..???
** memilukan, disaat nominal miliaran ‘terbakar’ keangkuhan, di sudut sana satu keluarga meregang nyawa karena kelaparan…hmmmm
-superunknown-
March 4, 2008 at 10:28 am
Udah bener… Digantung aja!
March 4, 2008 at 11:35 am
Sippp, ikutan setuju deh…gantung aja, ganyang…biar pada kapok *siul2*
March 4, 2008 at 12:46 pm
koruptor emang biang semua keporak-porandaan negeri ini. sepakat, gantung aja mereka
March 4, 2008 at 1:02 pm
bentar… ridu merasa ambigu dengan poster itu.. soalnya yg digantung itu apanya?? kasusnya atau orangnya??
kalo kasusnya digantung, berarti gak kelar2 donk?? kalo orangnya digantung.. bagooooss!!
March 4, 2008 at 2:32 pm
Digantung… kedengarannya sih sereem banget… tapi aku setuju kog…
March 4, 2008 at 2:45 pm
saya setujuhhh!!! gantung!! sebel!!
iyah mas, aku sedih liat satu keluarga yang mati kelaparan ituh…
makanya..koruptor itu digantung aja!!! kasi hukuman yang benar2 berefek jera…!!
huh!! jadi esmosi sayahhh!!!
March 4, 2008 at 2:57 pm
hehehe.. digantung mpe kering…
lucu juga tuh…..
berantas KORUPSI..!!!
*tapi gw ga setuju ma poster yang bunyinya :
“NO !!! Corruption for better living”
salah ketik apa gimana yah???
March 4, 2008 at 5:25 pm
klo cuma sekedar menggantung..takutnya ga bisa membersihkan hingga ke akar2nya..apalagi klo uda membudaya..weleeeh ribet euy…biangnya uda ketemu eeeh prajuritnya msh byk yg mengikuti..capee dee…
March 4, 2008 at 5:51 pm
ironis..
mengingat keadaan bangsa ini..
masih ada aja yang sanggup menuak celah diantara luka saudaranya..
March 4, 2008 at 6:07 pm
jaksa? hmm, maksud ente u**p itu bukan? halah apa sih pake disensor segala. bang URIP maksudnya?
March 4, 2008 at 6:15 pm
*menangisi negeri ini*
March 4, 2008 at 6:29 pm
susah gantungnya. nggak ada tiang yang cukup tegak dan kuat untuk dipake ngegantung.
March 4, 2008 at 8:13 pm
Di gantung udah gitu di arak bugil, biar jera deh
*kabuuuuuur
March 5, 2008 at 7:34 am
gantungnya di pohon mana? Jangan di pohon beringin ya dan jangan peke benang, pake tali penambat kapal aja