kemarin malam, pemerintah akhirnya mengumumkan kepastian rencana kenaikan BBM. pemerintah menanggung beban yang cukup berat akibat meroketnya harga minyak dunia. resesi global telah tiba. ancaman krisis pangan juga mendera.

pilihan menaikkan harga BBM adalah sebuah pilihan sulit. bila tidak dinaikkan, anggaran negara akan semakin defisit akibat membengkaknya subsidi BBM dan listrik. jika dinaikkan, tentu akan berpengaruh pada keadaan ekonomi dan kehidupan kemasyarakatan. program ‘kompensasi’ kenaikan BBM pun sudah dirancang. kalau dulu kita mengenal BLT ( Bantuan Langsung Tunai), maka kini program BLT diganti dengan PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ).

dibalik itu semua. harus diakui kita adalah bangsa yang boros. ketika BBM disubsidi, jumlah kendaraan bermotor semakin menggila, sementara itu, pengembangan moda transportasi massal tak pernah menjadi program prioritas. kereta api contohnya, angkutan massal murah-meriah yang masih jauh dari kesan nyaman dan aman, sehingga masyarakat enggan beralih dari kendaraan pribadi yang boros BBM . busway, hmmm..tak jauh beda. waterway, gagal menyulap jakarta menjadi venezia. :) . subway..?? monorail..?? hanya tiang penyangganya saja yang terlihat gagah ditengah kota.

seruan berhemat adalah langkah positif. walaupun tak sepenuhnya bisa menyelamatkan anggaran. pusat-pusat perbelanjaan akan dikurangi jam operasionalnya. masyarakat diminta lebih bijak dalam pemanfaatan energi.

harus diakui, beban negara cukup berat. beban rakyat juga tak kalah beratnya. semoga saja kenaikan BBM diikuti dengan meningkatnya daya beli masyarakat.

saya terkadang kerap tertawa kecil. ditengah meroketnya harga BBM, semakin banyak saja abege2 merengek dengan skuter matiknya, melawan arus tanpa helm dan merepotkan saya sebagai pejalan kaki yang semakin tak mendapat tempat di kota ini. hmm, harus diakui, itulah potret kita….

-superunknown-