kemarin malam, pemerintah akhirnya mengumumkan kepastian rencana kenaikan BBM. pemerintah menanggung beban yang cukup berat akibat meroketnya harga minyak dunia. resesi global telah tiba. ancaman krisis pangan juga mendera.
pilihan menaikkan harga BBM adalah sebuah pilihan sulit. bila tidak dinaikkan, anggaran negara akan semakin defisit akibat membengkaknya subsidi BBM dan listrik. jika dinaikkan, tentu akan berpengaruh pada keadaan ekonomi dan kehidupan kemasyarakatan. program ‘kompensasi’ kenaikan BBM pun sudah dirancang. kalau dulu kita mengenal BLT ( Bantuan Langsung Tunai), maka kini program BLT diganti dengan PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ).
dibalik itu semua. harus diakui kita adalah bangsa yang boros. ketika BBM disubsidi, jumlah kendaraan bermotor semakin menggila, sementara itu, pengembangan moda transportasi massal tak pernah menjadi program prioritas. kereta api contohnya, angkutan massal murah-meriah yang masih jauh dari kesan nyaman dan aman, sehingga masyarakat enggan beralih dari kendaraan pribadi yang boros BBM . busway, hmmm..tak jauh beda. waterway, gagal menyulap jakarta menjadi venezia.
. subway..?? monorail..?? hanya tiang penyangganya saja yang terlihat gagah ditengah kota.
seruan berhemat adalah langkah positif. walaupun tak sepenuhnya bisa menyelamatkan anggaran. pusat-pusat perbelanjaan akan dikurangi jam operasionalnya. masyarakat diminta lebih bijak dalam pemanfaatan energi.
harus diakui, beban negara cukup berat. beban rakyat juga tak kalah beratnya. semoga saja kenaikan BBM diikuti dengan meningkatnya daya beli masyarakat.
saya terkadang kerap tertawa kecil. ditengah meroketnya harga BBM, semakin banyak saja abege2 merengek dengan skuter matiknya, melawan arus tanpa helm dan merepotkan saya sebagai pejalan kaki yang semakin tak mendapat tempat di kota ini. hmm, harus diakui, itulah potret kita….
-superunknown-

May 6, 2008 at 10:04 am
hukum pasar kan… semakin tinggi permintaan harga semakin naik.
solusi lain, ya pembatasan pembelian kendaraan kayak di Spore. untuk satu nama hanya boleh punya 2 kendaraan ntah mobil atau motor. kalo mau beli lagi, harus jual dulu yang satu, baru boleh beli. belum ditambah pembebanan pajak yang tinggi dan kewajiban asuransi kendaraan. sebagai contoh: seorang teman yang bekerja di Spore hanya punya mobil city car sekelas Visto mungkin ya…, harus mengeluarkan biaya Sing$ 12.000/tahun untuk pajak dan asuransi. dan itu wajib! tidak dibayar, mobil disita.
karena sistem kendaraan umum massal pun sudah sangat memadai di sana, makin males lah orang punya kendaraan pribadi. jadi lah ngga ada macet, BBM pun jadi ga mahal karena jarang permintaan… hehehehehe
May 6, 2008 at 10:20 am
yang pasti, pengurangan penggunaan kendaraan harus. sikap pemerintah dengan memberlakukan jalur 3 in 1 untuk daerah sudirman, jakarta adalah tepat, tapi kenapa malah jadi lahan pekerjaan ya?? jadi banyak joki. **kecewa**
pemerintah juga harus tegas. mustinya jangan cuma harga BBM yang dinaekin, tapi pajak kendaraan bermotor juga harus dinaekin, biar yang punya kendaraan ngerasain. emang sih, ini pasti berdampak buruk buat kita-kita yang kurang (khususnya saya, dan untungnya saya ga pake kendaraan, cuma ngebis
) tapi itu semua biar dirasakan semua orang khususnya yang udah kaya!!!!! **jadi ngotot**
oiya mungkin satu lagi, cara buat ngurangin volume kendaraan yang makin kemari, makin menggila, yaitu hilangkan sistem kredit!!!!!!!!! I hate all about credit!!!
May 6, 2008 at 10:22 am
maap mas kalo ada kata2 yang kurang berkenan
May 6, 2008 at 11:03 am
Hmmm THH …
Aku membaca berkali-kali postingan yang ini …
Ya memang rumit juga ya …
Saya suka paragraf terakhir …
May 6, 2008 at 11:18 am
pemerintah selalu begitu.Selalu kalo kepeped bisanya ngenaikin harga, dan itu udah harga mati.AAARRGGHH!!
May 6, 2008 at 11:22 am
serba salah emang kalo dari sisi pemerintah.. dan siap2 aja deh mimpi buruk inflasi dan angka kemiskinan akan semakin bertambah
May 6, 2008 at 1:27 pm
semoga PNPM bisa berjalan baik, dan rakyat mendpt penghasilan, bukan spt BLT yg kadang malah membuat masyrkt nyante / bergantung..
Biar berat, biar sulit, biar apapun, tetep..
negara harus kita dukung..
Hidup Indonesia.
May 6, 2008 at 1:57 pm
heh… susah memang kalo gini… toh biar pada teriak pada protes “kebijakan” itu toh akan tetap diberlakukan… :
May 6, 2008 at 3:06 pm
saya juga suka sebel kalau ada motor yang naik trotoar, meski saya jg suka naik motor bareng suami.
Semakin banyak motor, semakin banyak yg punya aturan, krn banyak yg buta warna (makanya suka nerebas lampu merah), dan buta mata hatinya, suka seenaknya ngebut.
May 6, 2008 at 3:19 pm
Pemerintah Indonesia itu doyannya cuma gonta-ganti nama doang ya dari jaman gula masih pait?
May 6, 2008 at 3:32 pm
BBM naik..
anggaran pengeluaran harus ditingkatkan dunks..
mudah-mudahan masih bisa nabung
May 6, 2008 at 3:40 pm
itu memang opsi yang ga bisa dihindarkan lagi untuk saat ini
tapi kalau aja anggaran buat pejabat “bersedia” dipotong 30% aja, negara ga bakal sekelimpungan gini.
Tapi mana mau para pejabat2 itu
sigh
May 6, 2008 at 3:59 pm
ya memang begitulah dunia indonesia, menyedihkan bukan???
May 6, 2008 at 4:20 pm
Kalau saya sebagai rakyat biasa sih memilih tidak ada kenaikan.
May 6, 2008 at 8:40 pm
semoga kebijakan pemerintah itu, adalah yang terbaik..doakan aja
May 6, 2008 at 8:48 pm
postingannya sama
hehehe
yah…memang sudah seharusnya naik si bebeem ini
kalorumah saya deket kampus, saya mau deh ngonthel
May 6, 2008 at 9:42 pm
dilematis, tapi tetap harus memilih..huff…
May 6, 2008 at 10:23 pm
hmm hmm *cuma bisa manggut-manggut*
May 6, 2008 at 11:09 pm
Mendukung gerakan BIKE2WORK yg pernah di dengungkan…
sayang uy di bandung makin macet, jd buat sepedah ajah susah jalannya
May 7, 2008 at 5:03 am
[masyarakat diminta lbh bijak dlm pemanfaatan energi]…
laaaah yg menyerukan ajah ga memberi contoh baik toh???gmn rakyatnya mo ikutan hemat??
dan apa msh layak iklan berbau konsumtif menjalar dimana2?
May 7, 2008 at 8:22 am
seharusnya jangan dikatakan secara gamblang bahwa harga bbm dinaikkan. rakyat kan mudah “terkejut”.
harusnya bilang aja kalo subsidi bbm dikurangi (kalo emang bener ada subsidi), dan mengakibatkan harga bbm menjadi naik.
gitu kan lebih enak….
(^_^)v
May 7, 2008 at 12:31 pm
yang dibutuhkan mungkin sedikit saja pengorbanan dari kita semua, dan kesadaran tentunya.
coba BBM dinaikkan, terus dana subsidi dialihkan ke bidang lain, misalkan transportasi massal. Bangun dengan sepenuh hati, jangan separo2.
Jadi ketika diberlakukan pembatasan kendaraan bermotor, masyarakat akan dengan sukarela menurutinya karna dah ada transportasi umum yang nyaman dan layak. Tapi untuk mewujudkan itu semua butuh waktu, butuh pengorbanan dari seluruh elemen masyarakat untuk rela bermacet2 ria karena pembangunan fasilitas umum itu. jangan dikit2 ngeluh. dikit2 kritik, demo.
Memang bangsa kita harusnya dipaksa untuk berDISIPLIN. ini yang paling penting sebenernya. Kesadaran untuk berdisiplin. Mayarakat kita sudah terbiasa untuk hidup sesuai dengan yang diinginkan, apapun efeknya untuk orang lain.
May 7, 2008 at 1:30 pm
naek BBM –> naek bahan pokok laennya –> (mudah2an) naek Gaji…
sama aja tho?? puter2 disitu juga..
May 7, 2008 at 1:51 pm
Siap2 muka muram lagi nih..
Tapi,apa boleh buat?
May 7, 2008 at 5:04 pm
hmmm
karena indonesia adalah negara patologis, memang perlu jadi patologis juga buat bisa bertahan hidup…
jadi…
begitulah
May 7, 2008 at 7:24 pm
dan mulai kapan keadaan ini kan berubah jika kita semua tak memulai memperbaikinya
May 7, 2008 at 11:38 pm
waaaa otakku kok ga nyaut sama tema yg dibicarain yaaa
May 8, 2008 at 10:02 am
kalo BBM naek sih bukan hal yang wah buat Ndutz,,secara Ndutz gak bisa naek motor ato mobil
Pi s4 resah juga secara kalo Ndutz pulang kampung musti bayar lebih mahal, padahal gaji gak naek2 X(
May 8, 2008 at 10:42 am
setuju sekali.. saya gak bisa lebih setuju dari ini..
nice posting..
May 8, 2008 at 4:55 pm
susah senang ditanggung bersama.. bbm naik yaa kita makin prihatiiin
huhu
May 9, 2008 at 11:08 am
ngomongin BBM jadi inget obrolan kemarin dengan adik.kata adik bosnya ngomong gini ” Indonesia ini akan bangkrut, minyak buminya di ambilin terus…coba lihat negara Cina, dia gak mau ambil minyak buminya, sekarang ini dia lebih memilih impor minyak dari luar,tapi ketika semua sudah kehabisan minyak bumi,barulah ia keluarin minyak buminya”
artinya : saat semua kehabisan minyak bumi, maka ia akan sangat berkuasa untuk bikin harga suka-suka hati, toh gak ada pilihan lain kan?!.Pintar!
May 17, 2008 at 10:51 am
ya..bagaikan tikus yang mati di lumbung padi
ck..ck..ck..harus di lalui memang huhuhu..
June 20, 2008 at 6:43 pm
tiga bulan jadi presiden naikin gaji presiden, setahun kemudian naikin BBM, dua tahun kemudian naikin BBM lagi. Kalo ini jadi siklus tetap saat menjabat jadi presiden & wapress, Apa kata dunia …………..