dua bulan yang lalu saya dikagetkan dengan telepon dengan nada terburu-buru dari seorang kerabat di kampung. penasaran, karena semuanya terjadi tiba-tiba, cukup mengagetkan. bagi saya yang jauh dari rumah, panggilan dengan karakteristik seperti itu selalu menggiring saya untuk berpikir negatif, selalu negatif. tak disangka, setelah membuka pembicaraan dan terlibat komunikasi dua arah yang cukup lama. saya berkesimpulan, bahwa kerabat saya sedang menjadi target penipuan oknum/sindikat yang beruntung sudah saya tau gerak-geriknya.

bagi masyarakat biasa yang pada umumnya reaktif dan cukup permisif, memenangkan sebuah undian berhadiah menggiurkan di masa sulit seperti sekarang adalah sebuah anugerah yang tak mungkin ditolak. mayoritas kita, terjabak dalam irrasionalitas yang membutakan akal sehat, mengesampingkan cara berpikir yang lebih bijak karena hegemoni kegembiraan yang memang tak pernah diduga. dan itulah kelemahan manusia, yang menjadi cela bagi kawanan penipu untuk memuluskan niat busuknya.

tren seperti ini belakangan merebak lewat berbagai cara dan modus yang berbeda. lewat sms, brosur, undian berhadiah ataupun kedok marketing dengan harapan sang target tergoda lantas menuruti setiap permintaan mereka. tak jarang, banyak korban yang terjerat ulah sindikat ini. meski, harus diakui, banyak juga diantara kita yang telah paham dan mengatakan tidak untuk setiap jenis pembodohan yang ditawarkan para penipu.

saya merasakan kegundahan yang luar biasa ketika mengetahui masih ada saja saudara-saudara kita yang terjerat penipuan ini. kebanyakan dari mereka memang gelap mata karena tak sanggup melawan suka cita, ditambah minimnya informasi tentang modus semacam ini.

tren semacam ini akan terus berlangsung. krisis ekonomi yang disertai tingkat penyerapan tenaga kerja yang masih rendah menyebabkan banyak saudara-saudara kita memilih untuk menjadi sekelompok profesional yang memilih jalan pintas untuk bisa sejahtera.

belakangan, penipuan terus berkembang. bahkan, dengan trik yang semakin tak masuk akal. saya hanya bisa tertawa kecil ketika ada seorang pahlawan yang mengaku punya kekayaan setara dengan 20x APBN Indonesia tercinta……

kalau sudah begini, apa kata dunia….????

hehehehe

salam,

-superunknown-