hmm..tak terasa sudah hampir seminggu meninggalkan riuhnya jagat blog. tak menulis dan melihat tulisan kawan-kawan. blog itu memang candu, ngangenin kata anak-anak jaman sekarang. datang kembali setelah perjalanan ke bagian tengah jawa.

desir angin dan hijau alami yang khas membuat saya betah disana. udara cukup sejuk meskipun matahari bersinar terik. sapaan ramah yang ditemui di setiap sudut kota menjadi penegasan akan wajah indonesia yang sebenar-benarnya. makanan begitu bersahabat dengan lidah dan keadaan kantong. bangun pagi, langsung disuguhi keanggunan merapi yang gagah menyelimuti kota.

hentakan kereta yang diselingi pepohonan di sisi lajur membuat saya benar-benar yakin kalau negeri ini benar-benar kaya, sangat kaya. hamparan sawah, hijaunya dedaunan dan aktivitas gembala menambah kesan mendalam akan suasana yang menyiratkan kedamaian.

berharap, suatu saat nanti saya bisa kembali kesana ( lagi )…..

sayang, tak bertemu jodoh disana… hahahahaha

*** tidak ada acara poto2, maklum, migrain henpon saya kumat lagi…. :)

-superunknown-

permisi. satu minggu kedepan non-aktif dari blogosphere. pabrik menugaskan tehaha untuk sebuah urusan ke diy jgj dan sleman berlagak layaknya orang penting. doa’kan tehaha baik-baik saja dan kembali dengan membawa semangat baru dan pacar baru dari sana. :)

semoga bisa bertemu teman satu kampung yang kuliah disana. tunggu aku di kota itu kawan-kawanku…!!

salam,

-superunknown-

untuk jiwa-jiwa yang gundah karena tak kunjung menemukan tulang rusuknya. untuk jiwa-jiwa yang gundah karena tak kunjung melihat senyuman cerah tersimpul dari aura sang hawa. untuk kita-kita yang masih merasa bahwa cinta hanya mitos, cerita rekaan layaknya FTv. untuk hati yang masih kosong karena ruang dan waktu enggan menempatkan cinta didalamnya. sebelumnya, ini adalah panduan ( SOP ) untuk memilih pendamping hidup yang ideal, calon ibu anak-anak yang kelak bakal membukakan kaos kaki kita dan membuat secangkir teh hangat sepulang kita bekerja… :)

kaum pria, camkanlah ini ..!!!! kualifikasi istri ideal dan layak menjadi pertimbangan  :

1. KOMUNIKATIF, sebuah hubungan akan berjalan seimbang bila terjalin komunikasi yang sehat diantara pasangan. komunikatif, diartikan bisa diajak sharing, curhat, dan ataupun bertukar pikiran. istri yang baik adalah istri yang mau mendengar dan mampu memberi pertimbangan. istri yang baik juga harus bisa ‘nyambung’ dalam tiap obrolan. suami : ‘ mah, harga minyak dunia lagi meroket  gila-gilaan loh’  , istri : ‘wah, untung dulu mama melahirkan pake caesar yah pa, kalo gak kan bisa berabe urusannya “. gubrakkk…!! adalah sebuah musibah ketika istri kita punya kelemahan dalam kemampuan mendengar dan menganalisa pembicaraan.

2. TIDAK SUKA SINETRON DAN GOSIP, kita semua tahu bahwa kedua tayangan ini mendominasi acara di televisi sekarang. dari mulai ayam berkokok hingga matahari tenggelam kita bisa menjumpai dua tayangan ini. bayangkan, jika istri anda adalah pecandu keduanya. suami akan menjadi korban pertama perselingkuhan istri dengan televisi. rumah tangga tak lagi dipenuhi kehangatan, melainkan cerita-cerita kawin-cerai, putus-nyambung dan cinta monyet anak-anak yang terlalu cepat dewasa. dan itu adalah hal yang menakutkan :)

3. TIDAK SUKA ARISAN, kalau hanya ingin mengimplementasikan pemakaian kata ‘jeng’, maka istri-istri kita tak perlu ikut arisan. cukup belikan mereka buku ‘ Ejaan Yang Disempurnakan’ dan atau tinjauan bahasa oleh JS. Badudu.

4. PINTAR MEMASAK, karena konsumsi junk-food yang berlebihan itu tak baik untuk kesehatan. karena warung-padang jarang ada yang buka 24 jam. karena warung-tegal juga makin sulit ditemukan. maka, mempunyai istri yang pintar memasak adalah anugerah terindah untuk setiap pria. memasak disini diartikan lebih luas, bukan sekedar bisa memasak mie instant, rebus kangkung ataupun ikan dalam kemasan kaleng saja. kalau itu, saya juga bisa :)

5. MENGERTI EKONOMI, mengerti disini tak harus diartikan harus memahami perkembangan makro ekonomi, laju inflasi year-on-year, ataupun besaran suku bunga secara rinci. mengerti ekonomi adalah tahu kapan harus pelesiran ke pusat perbelanjaan, kapan harus menabung ke bank. tahu mana yang lebih prioritas antara susu bubuk anak dengan gaun baby-doll yang lagi trend di jagat fashion.  :)

6. MENCINTAI DIRI SENDIRI, ‘ eh, pompa air dirumah loe rusak yah..?’, ‘ ah, ga koq, emank kenapa..??’ , ‘oh gpp koq, istri loe kucel banget, kayak ga mandi 5 hari ‘. jangan sampai ini terjadi. inner beauty memang jauh lebih penting, tapi bukan berarti penampakan luar harus diabaikan. harga sembako boleh naik, tapi belanja bedak juga harus tetap diperhatikan. jangan sampai ketika datang ke acara hajatan, istri kita terlihat seperti mayat pucat dengan rambut yang mengeras bagaikan dahan pohon rambutan. :)

7. KUALIFIKASI TAMBAHAN, istri yang baik adalah istri yang punya akta kelahiran asli yang sudah dilaminating, KTP = agar tidak terjerat operasi yustisi, punya NPWP dan Surat Keterangan Berkelakuan Baik, paham prosedur Kredit Pemilikan Rumah serta Surat Keterangan Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia mendampingi suami. :)

demikianlah panduan memilih istri ideal. percaya atau tidak, saya serahkan penilaian kepada masyarakat. biar masyarakat yang menilai. :)

*** akan menyenangkan bila ada kawan-kawan kaum perempuan yang sudi menulis ‘tentang suami ideal’, tapi, tidak berbunyi seperti ini : ” mendambakan pria lajang/duda, bertanggungjawab, pendidikan minimal S1, punya pekerjaan tetap, PNS/TNI/Polri, tidak mabuk, tidak judi, tidak narkoba, dan tidak suka pipis di celana…

-superunknown-

kemarin malam, pemerintah akhirnya mengumumkan kepastian rencana kenaikan BBM. pemerintah menanggung beban yang cukup berat akibat meroketnya harga minyak dunia. resesi global telah tiba. ancaman krisis pangan juga mendera.

pilihan menaikkan harga BBM adalah sebuah pilihan sulit. bila tidak dinaikkan, anggaran negara akan semakin defisit akibat membengkaknya subsidi BBM dan listrik. jika dinaikkan, tentu akan berpengaruh pada keadaan ekonomi dan kehidupan kemasyarakatan. program ‘kompensasi’ kenaikan BBM pun sudah dirancang. kalau dulu kita mengenal BLT ( Bantuan Langsung Tunai), maka kini program BLT diganti dengan PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ).

dibalik itu semua. harus diakui kita adalah bangsa yang boros. ketika BBM disubsidi, jumlah kendaraan bermotor semakin menggila, sementara itu, pengembangan moda transportasi massal tak pernah menjadi program prioritas. kereta api contohnya, angkutan massal murah-meriah yang masih jauh dari kesan nyaman dan aman, sehingga masyarakat enggan beralih dari kendaraan pribadi yang boros BBM . busway, hmmm..tak jauh beda. waterway, gagal menyulap jakarta menjadi venezia. :) . subway..?? monorail..?? hanya tiang penyangganya saja yang terlihat gagah ditengah kota.

seruan berhemat adalah langkah positif. walaupun tak sepenuhnya bisa menyelamatkan anggaran. pusat-pusat perbelanjaan akan dikurangi jam operasionalnya. masyarakat diminta lebih bijak dalam pemanfaatan energi.

harus diakui, beban negara cukup berat. beban rakyat juga tak kalah beratnya. semoga saja kenaikan BBM diikuti dengan meningkatnya daya beli masyarakat.

saya terkadang kerap tertawa kecil. ditengah meroketnya harga BBM, semakin banyak saja abege2 merengek dengan skuter matiknya, melawan arus tanpa helm dan merepotkan saya sebagai pejalan kaki yang semakin tak mendapat tempat di kota ini. hmm, harus diakui, itulah potret kita….

-superunknown-

pemadaman listrik mungkin jarang terjadi disini. sehingga dampaknya tidak terlalu mengganggu aktivitas kita, wajarlah, ibukota pasti diberi daya listrik berlebih agar tidak gelap gulita. belakangan ini, keluarga nun jauh disana kerap menelpon saya, saya senang karena merasa masih dirindukan :) , eh ternyata dugaan saya salah ” suntuk kali disini bang, mati lampu dari tadi siang, jadi daripada suntuk mending kami nelpon abang aja ” . saya sedih sekaligus terharu mendengar ucapan jujur ibu saya. :)

disana, pemadaman listrik sudah menjadi hal yang biasa. sehari bisa 2 sampai 3 kali. dampaknya, ibu-ibu kehilangan beberapa bagian cerita sinetron langganan mereka, anak-anak jadi tak merasa bersalah karena tidak bisa mengerjakan tugas sekolah, bapak-bapak kebingungan karena permainan remi, domino, dan catur di warung-warung kopi ataupun lapo harus dihentikan. walau tak jarang, masih ada yang memaksakan dengan memakai penerangan lilin.

kawan-kawan yang kuliah juga sering mengeluh karena tak bisa fokus akibat pemadaman. bagaimana bisa fokus, kalau malam menjelang ujian tak bisa membaca apa-apa, kilah mereka.

ketika pulang lebaran tahun lalu, seorang anak yang duduk disamping saya berujar dengan polosnya ” pah, katanya mau mendarat, koq dibawah gelap banget sih, kayak di hutan aja ” . bisa dimaklumi, si anak yang tinggal di jakarta terheran-heran melihat kawasan sekitar bandara yang malam itu terlihat gulita, karena pemadaman listrik bergilir disekitar bandara. dan  hanya pemadaman listrik yang membuat saya tidak betah berada dirumah.

gubernur se-sumatera pernah mengadu ke presiden tentang hal ini. tentu saja ini karena kegerahan luar biasa yang dirasakan masyarakat.

saya melihat ada dua sisi berbeda dibalik pemadaman ini. di banyak tempat disana, praktik pencurian listrik masih marak terjadi, bahkan dianggap menjadi sebuah hal yang biasa. acara-acara hajatan juga biasanya selalu memanfaatkan jasa ‘tukang listrik’ untuk menjamin ketersediaan penerangan dengan ‘jalan‘ apa saja. di sisi lain, pabrik listrik negara terus merugi, subsidi listrik membengkak, dan krisis energi sudah di depan mata.

akankah era ‘obor’ datang kembali. dimana setiap pelajar belajar dengan lentera, dan harus mencuci muka agar muka tidak loreng kayak rambo. usai maghrib bapak-bapak bertugas menyalakan petromak dan ibu-ibu berjuang didapur dengan penerangan seadanya. setidaknya, begitulah cerita nenek saya tentang kehidupan di jamannya dulu, jaman dimana mulan jameela belum ada, dan pencekalan hanya untuk kompeni belanda, bukan untuk ‘dewi’ seperti sekarang ini. loh koq..??? hehehehe..

hematlah energi, untuk keabadian planet ini…

-superunknown-

menjadi pendengar yang baik itu adalah sifat mulia. sebagai bloger pemula, saya gembira karena hingga detik ini kawan-kawan telah rela berkunjung dan bermurah hati memberikan respon atas apa yang saya tulis, hal itu lebih dari cukup untuk memberi saya semangat berlebih untuk terus menulis, dan semoga saja keseimbangan itu bisa terus terjaga untuk sekarang dan selamanya. semoga..!!

dari awal menulis sampe sekarang, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan tentang isi blog seorang tehaha. tak etis menilai diri sendiri, biar kawan-kawan yang menilai dan kawan-kawan sudah pintar koq untuk menilai ( politisi mode on ). saya ( tehaha ) mencoba merunut simpulan itu, sehingga menghasilkan semacam frequently asked question yang tentunya sangat berharga untuk dijadikan masukan, agar kedepan blog ini bisa menjadi lebih baik ( bukan sempurna ).

1. bang, blog mu ini berat kali. capek dan gak ngerti aku apa maksudmu…!!

sesungguhnya saya menulis mengikuti mood saja. blog itu diartikan sebagai sebuah kemerdekaan, dimana setiap kita mutlak menentukan apa yang akan kita tulis. pengen nulis lucu kayak raditya dika, tapi takutnya malah gak lucu, kan gak lucu kalo gitu :) . hmmm, jadi akhirnya ya seperti ini, jadilah blog dan tulisan apa adanya seperti yang kawan -kawan baca sekarang. berat atau tidaknya yah tergantung, kalau dipikul bareng-bareng kan jadi ringan. nah, garing bukan..?? :)

2. kenapa dirimu jarang sekali menulis tentang cinta dan bercerita tentang wanita..??

jujur. saya ini cenderung tertutup tentang cinta. ibu saya saja tak pernah tahu apakah anak bungsunya ini tertarik atau tidak pada wanita. namun, jangan langsung mempersepsikan kalau saya ini gay. saya normal koq, seperti lelaki pada umumnya. saya hanya cenderung tertutup dan tak ingin cerita cinta saya diekspose layaknya kisah acha septriasa dan irwansyah. biarlah ini menjadi misteri. saya serahkan semuanya pada masyarakat ( politisi mode on ) .. :)

3. bang, kenapa terus politik..??

ini semua bukan karena najwa shihab. bukan pula atas dasar kepentingan lain. saya bukan aktivis LSM yang wajib menyuarakan issue-issue politik yang tengah menghangat. saya juga bukan pengamat layaknya rizal mallarangeng, denny indrayana dan atau indria samego. bukan pula ahli survey layaknya saiful mudjani. terlalu jauh membandingkan saya dengan beliau-beliau. saya hanya ingin berbagi, agar tidak buta dan peka terhadap apa yang tengah terjadi sekarang. saya juga buka kader partai atau tim sukses pemenangan tokoh pada pilkada. saya hanya seorang tehaha. tehaha. titik.

4. bang, kenapa masih numpang di WP…??

saya bermimpi suatu saat nanti akan ada tehaha.com. semoga..!! kapan yah semua itu bisa jadi kenyataan..?? terus terang, saya buta tentang urusan per-situs-an. dan saya berkeyakinan, akan ada banyak kawan-kawan yang mau membantu bila suatu saat nanti ( kalo ada rezeki ) saya memutuskan untuk tinggal di rumah sendiri. sejauh ini, tinggal di WP masih sangat nyaman, dan saya masih kerasan tinggal disini.

5. bang, kenapa sering mengeluh tentang ibukota..??

kalau harus jujur, saya tidak betah disini. sampai sekarang, saya masih belum mengerti kenapa begitu banyak orang berniat berkunjung kesini. saya bersyukur atas jalan hidup yang sekarang, namun, jika harus dihadapkan pada pilihan, ibukota bukanlah sahabat yang baik untuk saya. kawan-kawan merupakan faktor utama yang membuat saya bisa bertahan disini. entah sampai kapan saya harus bersikap seperti ini, biarlah ahli yang menjawab. :)

6. kenapa tehaha..??

saya juga ndak mengerti kenapa blog ini saya beri nama ‘tehaha’. yang pasti, dulu, sebelum membuat blog saya hanya ingin menamakannya dengan sepotong kata simple yang gampang diingat. langsung terlintas ‘tehaha’, yang dalam istilah bahasa kampung saya bisa diartikan ‘gazebo’ = ga jelas, bo.!!! tidak diperlukan seekor kambing untuk meresmikan pemakaian nama blog ini. spontanitas menggiring saya untuk memakai kata ‘ tehaha’.

7. bang, sebenarnya pabrikmu itu dimana..?? pabrik apa..??

untuk ini sudah ada di deskripsi ’siapa tehaha itu’. disana sudah ada clue yang bunyinya : ‘tidak beroperasi di pulogadung, kp.rambutan, lebak bulus, dan cawang, bukan pula seorang pengacara…’. selebihnya, biar masyarakat yang menilai. hihihihihi ( termasuk kang catur ). :)

apakah kawan-kawan punya pertanyaan dan atau masukan lain..??

mungkin beberapa hal diatas hanya sebagian dari banyak pertanyaan yang bisa diambil sepanjang saya berkiprah di blogesphere. lewat tulisan ini, saya kembali berterimakasih dan memberi apresiasi atas apa yang telah diberikan kawan-kawan selama ini. karena itu semua, blog ini bisa tetap berdiri sembari berbagi….!!!

tetaplah menulis..!! rangkailah kata, rangkailah kehidupan..!!!

-superunknown-

4 tahun yang lalu, saya dan kawan-kawan seangkatan dihadapkan pada tekanan psikologis yang lumayan berat. kala itu, di akhir masa mengeyam pendidikan formal di bangku sekolah, kami diharuskan memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah. berbagai macam cara ditempuh untuk memuluskan langkah menghadapi ujian tersebut. guru, murid, dan pihak sekolah bersinergi untuk mencapai persentase kelulusan maksimal, karena kualitas proses belajar mengajar di sebuah sekolah bisa diukur lewat presentase kelulusan siswa di sekolah tersebut.

menjelang pelaksanaan UN, setiap siswa memiliki motivasi berlebih. keseriusan tingkat tinggi pun ditunjukkan lewat animo dan fokus yang berlebih ketika mengikuti pelajaran di kelas. bukan hanya itu saja, mayoritas anak-anak juga mengambil kelas bimbingan di luar jam sekolah.

mendekati pelaksanaan UN, tekanan semakin terasa. suasana sekolah juga menjadi lebih ‘dingin’. beratnya tekanan psikologis, membuat setiap individu berubah menjadi lebih serius dan lebih tertutup dari biasanya. guru-guru tentu melihat gelagat ini, sebisa mungkin mereka memberikan motivasi, sembari menanamkan keyakinan kepada setiap muridnya.

masing-masing orang bersugesti untuk dirinya sendiri. ‘ aku bisa, aku pasti bisa..!!’. dirumah, selalu ada pembekalan tambahan lewat nasehat dan petuah yang terlontar dari kedua orangtua. murid-murid lebih religius, menenangkan diri lewat sentuhan spiritual.

4 tahun kemudian, standarisasi kelulusan masih diterapkan. standar kelulusan malah mengalami peningkatan. di banyak tempat banyak kejadian unik seputar pelaksanaan UN dan cara siswa menghadapi tekanan psikologis UN itu sendiri. ada siswa yang menangis setelah selesai ujian, karena merasa telah gagal. ada yang mendadak pingsan karena kesulitan mengerjakan soal, dan masih banyak cerita lainnya yang menyiratkan bahwa UN adalah momok bagi sebagian siswa.

bisa dipahami memang, tekanan psikologis yang sedemikian besar menghasilkan kegundahan, ketidakpercayaan terhadap kemampuan dan kegalauan yang luar bisa karena tak mampu lagi berpikir positif tentang hasil akhir yang bakal diperoleh. kelulusan adalah harga mati. dan untuk itu semua diperlukan kerja yang tentu tidak mudah.

kita semua tentu sepakat, pendidikan adalah faktor utama untuk membentuk sebuah bangsa yang berkarakter. standarisasi kelulusan adalah salah satu cara untuk menghasilkan sebuah proses pendidikan yang berkualitas. tentunya, harus diimbangi dengan pemerataan kualitas dan kuantitas sarana penunjang pendidikan itu sendiri. kita juga tentu berharap, suatu saat 20 % anggaran bisa dialokasikan untuk pendidikan, seperti yang tertuang dalam amanat konstitusi, agar kita tidak semakin jauh tertinggal.

bagaimana dengan kawan-kawan..?? punya cerita tentang UN..??

-superunknown-

mengenal karakter orang lain itu adalah sebuah ‘pekerjaan’ menyenangkan. menyelami sisi-sisi kehidupan yang mungkin sebelumnya belum pernah kita tahu adalah sebuah tantangan. sosialisasi, silaturahmi dan apapun istilahnya merupakan sesuatu yang wajib dilakukan dalam tiap bagian hidup kita, sebagai seorang manusia. dewasa ini, komunikasi, sebagai bagian terpenting dalam proses pengenalan karakter bisa dilakukan dimana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja tentunya.

itulah sebabnya, ketika punya kesempatan untuk menggunakan jasa taksi, saya lebih senang duduk di bangku paling depan, bersebelahan dengan sang sopir. entah kenapa, berbicara dengan mereka selama perjalanan jauh lebih terasa ‘menantang’ ketimbang memilih untuk menyendiri dengan headset ditelinga ataupun menelisik jalanan yang selalu tak ramah dan terkesan tak pernah bersahabat dengan kita.

memulai pembicaraan adalah hal yang paling sulit, walaupun sebenarnya bisa jadi awal yang baik untuk mengalirnya pembicaraan. kalau ditanggapi dingin, saya memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan, karena mungkin si bapak sudah letih dan ataupun ingin fokus berkendara.

hingga saat ini, banyak cerita yang pernah didapat lewat pembicaraan ringan di sepanjang perjalanan. karakter sang pengendara juga beragam. ada yang humoris, ada yang kharismatik, ada juga yang soekarnois dan atau pemuja orde baru, mayoritas memang penggemar dangdut dan lagu-lagu nostalgia. semua itu, bisa disimpulkan lewat dialog-dialog ringan yang mengalir dan berjalan seadanya .

pernah, suatu ketika, ada yang mengaku sebagai pacar simpanan seorang janda yang dikenalnya karena pernah menggunakan jasa angkutannya, pernah juga ada yang mengaku menggendong perempuan muda hingga kedepan pintu rumahnya, dikarenakan tak bisa lagi berjalan karena mabok disebuah pesta. ada yang punya pengetahuan sosio-politik yang lumayan luas, hingga familiar dengan cerita jaman-jaman renaissance, kronologis peristiwa G30S, hingga cerita tentang kedigdayaan rezim saddam di kawasan teluk.

tapi, mayoritas dari mereka lebih sering berkeluh tentang kondisi terkini kehidupan dan realitas ibukota. mengeluhkan pengendara motor yang terkadang berkelakuan seenaknya, sepinya penumpang di hari-hari tertentu, hingga issue-issue kenaikan harga bahan bakar dan tarif tol.

saya sendiri terkadang dihinggapi kebingungan yang luar biasa ketika menyimpulan isi pembicaraan. kegalauan dan kegundahan yang wajar ketika banyak cerita yang mungkin dibungkus terlalu bombastis dan kurang rasional. ketika si bapak pernah berujar ” saya lulusan dusseldorf, jerman. pernah berada dalam satu forum resmi dengan ekonom sekelas wijoyo nitisastro, emil salim, hingga sri mulyani indrawati. ” saya bingung, haruskah berfikir positif dan kemudian percaya..??

ah, sudahlah. dari banyak cerita itu, paling tidak saya sudah memperkaya alur hidup karena mulai bisa belajar mengenal dan memahami banyak karakter. manusia diciptakan dengan keragaman yang khas, dan mencoba menyeruak sisi keberagaman itu adalah sesuatu yang menyenangkan. itu saja…!!!

-superunknown-


sampling pernyataan dibawah, adalah gambaran persepsi publik tentang kejahatan korupsi. dampak massive yang ditimbulkan membuat publik cenderung menganggap korupsi sebagai kejahatan kemanusiaan yang menjadi musuh utama. terlepas dari itu semua, kenyataan menunjukkan kecenderungan apatisme yang memuncak dan memudarnya kepercayaan terhadap hukum secara perlahan. atau mungkin, cuma alibi yang dibuat untuk membenarkan sebuah tujuan..?? kita, tentu bisa menilai, menilainya dengan hati, bukan atas dasar konflik kepentingan yang justru membutakan hati dan mengusik sucinya nurani :

  • PKL yang digusur : ” kami cuma ingin bertahan hidup, cuma karena itu. tolong jangan gusur..!! mereka ( koruptor ) tidak lebih baik dari kami…!! “
  • Pencuri Ayam : ” saya tidak bisa melihat dan merasakan keadilan. jelas kerugian yang ditimbulkan oleh hilangnya 1 ekor ayam tidak sebanding dengan nominal triliunan yang dicuri mereka ( koruptor ).”
  • Artis dangdut yang dicekal : ” lebih baik mereka fokus untuk memberantas korupsi ketimbang sibuk mengurusi cekal-mencekal “
  • Koruptor : ” saya hanya ‘korban’. masih banyak yang lebih berbahaya dari saya..!! ” ( alibi : besar kecilnya kerugian yang ditimbulkan tidak bisa dijadikan pembenaran untuk membela diri………)

mengapa semua ini bisa terjadi..?? hanya berharap hangat cahaya mentari menjamah gelap yang terus membayangi merah-putih…

satu, indonesia, satu…!!

-superunknown-

akhir pekan kemarin, pabrik mengadakan outbound ke daerah ciawi, jawa bagian barat. satu harian disana melepas penat, melupakan rutinitas yang menjadi musuh sekaligus sahabat dalam tiap hari yang berputar. disana, nyaris tak ada sekat, semua satu dalam tawa ceria yang menghapus kegundahan, meniadakan jarak karena strata yang terbentuk dalam lingkup pekerjaan.

sebagai informasi, komposisi penghuni pabrik itu : 80 persen pekerjanya adalah laki-laki, 80 persen dari laki-laki itu berstatus lajang, dan 80 persen dari lajang-lajang tersebut punya keinginan menikah di usia muda. wakakakakaka…..

senang rasanya, bisa merasakan kebersamaan disana, merasakan kehangatan yang luar biasa..

terimakasih kawan-kawan, semoga senyum simpul itu tetap terus terjaga…..!!!

-superunknown-

« Previous PageNext Page »