Football · Merah-Putih · Quotes

our promises

123

sesaat pembicaraan tentang sepakbola menguap. hampir semua orang berteriak pasca kerusuhan di stadion brawijaya kemarin malam. publik memberi perhatian terhadap apa yang terjadi malam itu. semua kita pasti tahu, berbicara tentang sepakbola indonesia maka kita juga tak akan bisa lepas tentang apatisme yang meninggi. bagi banyak orang, sepakbola di negeri ini adalah festival kerusuhan yang memuakkan, sepakbola di negeri ini adalah pertunjukan membosankan lewat parodi yang dibungkus dengan gaya aktor-aktor yang tak pernah bisa profesional. skeptisme yang memuncak mengakibatkan sepakbola indonesia hanya menjadi issue murahan karena tak punya kualitas yang bisa dibanggakan.tapi, begitu banyak anak Indonesia yang sebenarnya mencintai sepakbola. sepakbola tumbuh menjadi ‘kebudayaan’ baru bagi sebagian anak muda. fanatisme dan animo penonton indonesia pernah dipuja-puji Presiden FIFA. kebencian dan apatisme terhadap sepakbola sama besarnya dengan kadar kecintaan jutaan manusia Indonesia terhadap sepakbola, ini fakta. bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan.

jadi teringat ketika ikrar kelompok suporter untuk bersatu mendorong kemajuan sepakbola Indonesia, 22 Juli 2007 di Metro Tv. walau tak semua hadir, ikrar ini dilantunkan lewat spirit kebersamaan yang luar biasa. sore itu, kami, anak-anak muda berjanji untuk mengartikan kecintaan lebih hakiki, tak sesempit yang sering dituduhkan banyak orang. sore itu, euforia kebanggaan akan penampilan brilian Timnas di Piala Asia 2007 menjadi magnet untuk membangkitkan semangat para pemain ke-12 untuk turut andil dalam kemajuan sepakbola tanah air. kawan-kawan punya niat, tekad, dan keinginan luhur. meski sulit berkembang karena stigma yang membunuh dan cenderung mengerdilkan.

yakinlah, kami sedang berjalan menuju pelita. begitu banyak asa yang terpatri di pundak ini. kami benar-benar mencintai sepakbola, mencintai negeri ini. tuhan, tolong selamatkan sepakbola kami, selamatkan negeri kami dari tangan-tangan yang dipenuhi kepentingan. cinta ini tulus, setulus kami mengartikan hidup. tuhan, berikan petunjuk agar mereka mampu mendengar nurani dan bersikapa ksatria, agar mimpi kami bisa menjadi sesuatu yang nyata, walau kami tak tahu kapan kenyataan itu akan terjadi.

kami berwasiat sekaligus berharap Yth. Nurdin Halid berjiwa besar dengan meletakkan jabatannya sebelum tuhan menyentuh jemari kami lewat jalan revolusi…!!!

” Football isn’t just a game, but a weapon of revolution..!! ” – Ernesto “Che” Guevara

-superunknown-

insert pic : republik mimpi episode “terimakasih timnas” 22 Juli 2007

5 thoughts on “our promises

  1. Kesimpulannya : Suporter kita belum dewasa, Wasitnya mudah dibeli, Pemain yang ada di klub mungkin kurang prof main bola, Klub sepak bola bayarnya kurang banyak ke PSSI/ BLI, PSSI/BLI nya berisi mafia preman segala macem…. Jadiiii…yaaaa gitu dehhh

  2. iya waktu itu kebetulan ga ada niat juga bwt liat bola,,
    tp ternyata sekalinya nonton disuguhin adegan primitif,,,fiuh,,, gmn cwe2 bisa pd beralih dari persepakbolaan mancanegara kalo persepakbolaan dlm negrinya sm sekali ga bs dibanggain,,
    ya,,sekarang org2 primitif itu dikasih hukuman sm PSSI tp ga yakin deh bakal nyadar kalo sikap fanatisme condong ke arogan itu msh bekobar di hati para suporter primitif itu,,

    it’s a pleasure to see your blog,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s