Quotes · Tentang Hidup

antara cinta dan depresiasi rupiah

love

bukannya latah, karena pasti saat ini mayoritas orang sedang berdiskusi tentang cinta. pertengahan februari, setiap tahunnya pasti didominasi suka-cita cinta. setiap sudut mata, disajikan simbol hati dan warna merah muda perlambang cinta. hidup memang tak akan pernah lepas dari cinta, mencintai dan dicintai adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. keduanya, menjadi hal paling hakiki yang melekat dalam jiwa-jiwa manusia.

well, saya tak ingin membahas tentang cinta terlalu dalam. saya sedang tak ingin bergelut dengan definisi dan kompleksitas cinta yang terkadang terlalu abstrak untuk dideskripisikan. sederhana saja, sudah terlalu banyak pujangga yang mahir untuk menjelaskan sejelas-jelasnya apa itu cinta, dan bagaimana cinta berpengaruh dalam hari-hari kita.

pernikahan adalah manifestasi rasa cinta yang paling nyata. lantas, bagaimana dengan kejadian ini ??? ironis, sesuatu yang sakral bisa ‘dipermudah’ lewat jalan pintas seperti itu. sebenarnya, banyak faktor yang mendorong mereka untuk terlibat dalam ‘sandiwara’ itu. desakan ekonomi menjadi sesuatu yang tak bisa ditampik. lantas, adakah cinta disana..?? bila semuanya berlangsung dengan interval waktu yang telah ditentukan. sesungguhnya, dalam cinta itu melekat keabadian, yang mungkin tak bisa dipisahkan oleh ruang maupun waktu. lantas, adakah cinta disana..??

saya hanya berandai-andai, jika rupiah tidak terdepresiasi terlalu dalam sehingga nilai tukarnya setara dengan dollar-dollar mereka, maka dengan sendirinya cinta bisa ditempatkan di tahta terhormat, bukan dijadikan sebuah ‘etalase’ yang tak bernilai.

saya yakin, tiap-tiap manusia punya naluri untuk meletakkan cinta dengan terhormat di tempat yang selayaknya.  cerita diatas, hanya sekelumit contoh yang menegaskan kompleksitas dan kenyataan bahwa cinta itu tak sesederhana kisah cinta sang romi dan julia ataupun acha septriasa-irwansyah dan atau roger danuarta-sheila marcia.

*** “Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi.
,, Namun jiwa tetap ada di tangan cinta…
terus hidup…
sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”

             (Kahlil Gibran)

 –superunknown-

3 thoughts on “antara cinta dan depresiasi rupiah

  1. aaaah…cintaa..berjuta definisi susah tuk menjelaskannya..yg jelas indah sekali :)ketika dia dtg dgn cara uniknya menyelinap ke relung jiwa..tp klo udah bermain nafsu didalamnya itu yg repot!😦

    hmm…saia tak tahu harus berkata apa lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s