Tentang Hidup

kacang rebus dan kehidupan….

gre

kita semua pasti pernah berada dalam situasi sulit, hidup terkadang berjalan tak sesuai keinginan, plot dan cerita hari-hari kita tentu tak berjalan lurus dengan keinginan di otak kita. mengeluh, mengumpat dan bahkan menyesali hidup kerap kita lakukan. sering kita dengar, lihatlah ke atas agar spiritmu tetap terjaga, lihatlah ke bawah agar engkau tahu engkau jauh lebih beruntung, hidup lebih berpihak kepadamu, agar engkau tetap sadar dunia dan hidup ini memberikanmu cinta, banyak cinta bahkan……

belakangan ini jakarta memang sering mendung, hujan menjadi teman untuk tiap remang malam, untuk sebagian orang yang seharian letih dan menguras tenaga mereka untuk bekerja dan sekedar mencoba bertahan, malam adalah sebuah penantian untuk melepas lelah dan gundah, malam adalah sahabat yang paling mengerti karena sunyinya terkadang membuat kita tersadar, berpikir, dan mencoba mengerti untuk apa kita dihadirkan ke dunia..

hampir setiap hari dalam minggu ini, saya selalu menyempatkan diri untuk membeli kacang rebus di ujung jalan itu, semua itu, karena memang saya terlanjur suka dengan panganan ini semenjak kecil dulu, lumayanlah untuk menemani saya menonton berita malam dan mendengar rintik hujan diluar sana. lebih dari itu, saya selalu ingat dan kagum akan senyuman bapak yang menjualnya, saya melihat ketulusan disana. tak jarang, dia harus melawan dinginnya malam, mendorong gerobak tuanya melewati gedung pencakar langit, menembus hegemoni kota yang kian angkuh baginya, lewat langkah dan senyum khasnya dia selalu yakin akan esok yang menyediakan asa dan berjuta mimpi.

lewat senyumnya juga, saya diajarkan untuk lebih bersyukur, menjalani hidup dengan hati, begitulah kira-kira. mencoba mendekat dan memahami karakternya, membuat saya merasa semakin kecil ditengah dunia yang kian luas ini, membuat saya merasa berdosa akan tiap obsesi yang terkadang menembus batas akal sehat. jiwa dan langkahnya adalah semangat, dan saya bisa merasakan itu.

ah, mungkin, saya dan kita semua masih terlalu kerdil dalam mengartikan hidup, tidak sebesar jiwa dan semangat sang bapak. saya jadi teringat, terkagum-kagum akan sosok seorang pejabat tinggi yang pergi ke kantor tanpa supir, mengendarai mobil sederhana tanpa protokoler, makan di warung-warung pinggiran bersama ‘kopral-kopral’ seperti saya, dan membeli shampoo di lapak kaki lima, memilih untuk berjalan kaki menuju tempat rapat yang jaraknya lumayan jauh. satu dari sekian banyak manusia yang besar hatinya. dan itu membuat saya selalu nervous dan tak tahu berbuat apa ketika berada satu lift dengan dia, hangat senyum dan sapanya membuat lidah ini terasa kelu untuk berkata.

begitulah, kesederhanaan itu adalah harta, harta sejati dalam diri mereka. dan itu yang membuat saya begitu respek kepada 2 (dua) sosok hebat itu. dua sosok yang bertolak belakang namun bertemu dalam satu simpulan kesahajaan yang membuat mereka besar di mata saya.

mengertilah, hidup ini indah, sangat indah…!!!

** ditulis sambil mendengarkan ‘ the spirit carries on’ -nya dream theatre, ‘ if i die tomorrow, i’ll be alright because i believed that after we’re gone, the spirits carries on…!!’

superunknown-

18 thoughts on “kacang rebus dan kehidupan….

  1. ehm..
    keren..
    ngalir..
    menghanyutkan..

    saya hanya ingin berbagi tentang dua sosok hebat itu, figur super ditengah minimnya teladan di republik ini ..🙂

  2. :speachless..[blom nemu arti hidup]
    thank’s dah ngoment🙂

    saya juga belum mengerti cara menjalani hidup, semoga dari cerita diatas muncul harapan untuk selalu menghargai hidup dan kehidupan..
    thanks yah dah mau mampir🙂

  3. wahhh, dream theater yg itu mah keren banget he he he… *used to be DT’s fan😀 *

    iya mas, keren lagunya, liriknya juga, tak pernah bosan mendengarnya, obat ampuh saat kita lagi down….

  4. life is beautiful…agree!!
    hmmm adem deh baca tulisan mas hari ini, bikin saya yang ga pernah puas ini berkaca diri… thx😉

    bersyukur terkadang tak jauh beda dengan memaafkan, perlu kebesaran hati untuk dua hal mulia itu, semangat..!!

  5. warung-warung pinggiran bersama ‘kopral-kopral’ seperti saya

    hhmm.. jadi inget lagu kopral jono,, nanti kalo udah gak jadi kopral lagi, tetep makan kacang rebus di ujung jalan itu kan??

    pasti..!!! bahkan mungkin kacangnya bisa lebih banyak…🙂

  6. hm, gue kok jadi ngerasa jadi orang paling lemah yah, karena tiap ada cobaan dikit, ngeluh, ngeluh…

    ih, jadi malu.
    semoga bisa nyoba jadi dua sosok itu yah, mudahan😀

    i like ur writings, terrific😀

    semoga kita bisa jadi seperti dua sosok hebat itu yah.aminnn..

  7. sosok2 yang menginspirasi..sebenernya bukan cuma para penemu or ‘orang besar’ aja yang pantes dibuatin biografi yak, tapi sosok2 kayak gitu justru yang perlu ya gak

    iya, justru dari kebesaran mereka banyak cerita yang bisa menginspirasi kita..

  8. Sering beli kacangrebus pinggir jalan waktu kejebak macet di Jkt dulu. Anget.

    Akhirnya bs mampir. Dari rumah popok.

    thankz yah, sudah mau mampir..😛

  9. sukaaaaa bangetz kacang rebus…tp bikin muka jadi…arrrgghhh….
    eniwei…manusia emang gampang cengeng klo dikasih dikit aja ujian…tp yg uda kuat mentalnya malah suka dikasih Tuhan extra soal ujian…itulah hidup..😉

    menjadi besar itu memang bukan perkara yang mudah, perlu ketegaran juga…🙂

  10. ceritanya menyentuh… aku baca juga yang lainnya…si nagabonar itu hihihi.
    keep writing juga ya🙂

    ok deyh.. keep writin’ juga yah… tar aku link deh..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s