-----

dan…..

dan biarkan hening pagi pergi menjemputmu…

karena malam terlalu semu untuk dilewatkan tanpa sentuhan jemari kecilmu…

ketahuilah, aku dan kamu seperti pagi dan malam yang menyatu….

** orasi hati, 3 april 2008

-superunknown-

22 thoughts on “dan…..

  1. dan biarkan hening pagi pergi menjemputmu…

    untung bukan ajal yang menjemput..:mrgreen:

    *ditonjok sama bang iwan*

    wakakaka, jangan du, belum nikah soalnya..hihihihi

  2. langsung nyanyi lagi nidji
    “kau daaaan akuu selalu untuk selamanya….”

    wekekeke….
    mulai lagi deh bang ihwan ini….😛

    hahahaha..hmmm…hihihihihihi..jadi malu..🙂

  3. abis nglamun apa nih? nglamun joroq yah?😀

    hahaha, apa karena pagi, malam dan menyatu itu berkonotasi negatif yah..?? hehehe, gak koq bang toim..

  4. kayaknyaaaaa……lg ada yg mellow lg nih…ada apa niiih??sedang merindukan seseorang kah??atauuuu… *mengira2 apa yg sebenernya terjadi*:mrgreen:

    tidak kakak, aku tidak sedang apa-apa, hanya mungkin melampiaskan apa yang dirasa saat ini🙂 , oia, welkombek..!!

  5. hehehehe, bang iwan, siapa tuh jemari kecil, hayoo hayooo….

    kemaren lewat slipi nyari pabriknya bang iwan yg mana yah, apa sih namanya??

    pabrik sayah di seputaran semanggi kang, tetanggaan ma holiwut KaCe..🙂

  6. pagi dan malam menyatu dalam balutan hari
    menyongsong cita meraih asa..
    [maaf tambah kacau]

    btw kalo bkn soal cinta..brarti bener soal selimut yak?hm>>paham

    hmm nice, cinta dalam selimut sepertinya lebih elegan ketimbang skandal cinta babingesot..🙂

  7. dih, liat kata2 “jemari kecilmu” jadi inget sama sepupu kecilku yang emang kaya kembaran gue deeeh…😦
    ah anyways, sama seperti yang lain, kapan malam bisa menyatu dengan pagi? ehehe…

    bisa saja dien, kan habis malam terbitlah pagi, hihihihihi, maksa..🙂

  8. Seperti kisah-kisah malam yang ditaklukkan pagi. Malam selalu mengundang matahari cepat sampai. Sekiranya sejarah bisa dilukiskan dengan cara yang sedikit menjengkelkan. Pertemuan-pertemuan yang singkat. Yang diulang, berakhir untuk diulang kembali….

    iya, pagi kadang terlalu dini menjemput malam, sehingga banyak kejadian yang terlewatkan karena singkatnya pertemuan, sulit menemukan arti satu dalam suasana seperti itu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s