Suasana Hati · Tehaha · Tentang Hidup

….cerita dari atas roda

mengenal karakter orang lain itu adalah sebuah ‘pekerjaan’ menyenangkan. menyelami sisi-sisi kehidupan yang mungkin sebelumnya belum pernah kita tahu adalah sebuah tantangan. sosialisasi, silaturahmi dan apapun istilahnya merupakan sesuatu yang wajib dilakukan dalam tiap bagian hidup kita, sebagai seorang manusia. dewasa ini, komunikasi, sebagai bagian terpenting dalam proses pengenalan karakter bisa dilakukan dimana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja tentunya.

itulah sebabnya, ketika punya kesempatan untuk menggunakan jasa taksi, saya lebih senang duduk di bangku paling depan, bersebelahan dengan sang sopir. entah kenapa, berbicara dengan mereka selama perjalanan jauh lebih terasa ‘menantang’ ketimbang memilih untuk menyendiri dengan headset ditelinga ataupun menelisik jalanan yang selalu tak ramah dan terkesan tak pernah bersahabat dengan kita.

memulai pembicaraan adalah hal yang paling sulit, walaupun sebenarnya bisa jadi awal yang baik untuk mengalirnya pembicaraan. kalau ditanggapi dingin, saya memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan, karena mungkin si bapak sudah letih dan ataupun ingin fokus berkendara.

hingga saat ini, banyak cerita yang pernah didapat lewat pembicaraan ringan di sepanjang perjalanan. karakter sang pengendara juga beragam. ada yang humoris, ada yang kharismatik, ada juga yang soekarnois dan atau pemuja orde baru, mayoritas memang penggemar dangdut dan lagu-lagu nostalgia. semua itu, bisa disimpulkan lewat dialog-dialog ringan yang mengalir dan berjalan seadanya .

pernah, suatu ketika, ada yang mengaku sebagai pacar simpanan seorang janda yang dikenalnya karena pernah menggunakan jasa angkutannya, pernah juga ada yang mengaku menggendong perempuan muda hingga kedepan pintu rumahnya, dikarenakan tak bisa lagi berjalan karena mabok disebuah pesta. ada yang punya pengetahuan sosio-politik yang lumayan luas, hingga familiar dengan cerita jaman-jaman renaissance, kronologis peristiwa G30S, hingga cerita tentang kedigdayaan rezim saddam di kawasan teluk.

tapi, mayoritas dari mereka lebih sering berkeluh tentang kondisi terkini kehidupan dan realitas ibukota. mengeluhkan pengendara motor yang terkadang berkelakuan seenaknya, sepinya penumpang di hari-hari tertentu, hingga issue-issue kenaikan harga bahan bakar dan tarif tol.

saya sendiri terkadang dihinggapi kebingungan yang luar biasa ketika menyimpulan isi pembicaraan. kegalauan dan kegundahan yang wajar ketika banyak cerita yang mungkin dibungkus terlalu bombastis dan kurang rasional. ketika si bapak pernah berujar ” saya lulusan dusseldorf, jerman. pernah berada dalam satu forum resmi dengan ekonom sekelas wijoyo nitisastro, emil salim, hingga sri mulyani indrawati. ” saya bingung, haruskah berfikir positif dan kemudian percaya..??

ah, sudahlah. dari banyak cerita itu, paling tidak saya sudah memperkaya alur hidup karena mulai bisa belajar mengenal dan memahami banyak karakter. manusia diciptakan dengan keragaman yang khas, dan mencoba menyeruak sisi keberagaman itu adalah sesuatu yang menyenangkan. itu saja…!!!

-superunknown-


53 thoughts on “….cerita dari atas roda

  1. Untung, naik taxi..coba naik bajaj..bingung mau duduk di sebelahnya yang mana…😆

    kalo naik didepan, berarti ga pengen hidup lagi mas🙂

  2. waahh.. klo naik bajaj sih, jangan coba2 ngajakin ngobrol, nanti dijamin roaming, ga nyambung,,, kekekee,,,

    *wah,,, pengalaman bapak ihwan ini dalam dunia pertaksian banyak juga yah???

    buka klinik curhat sopir taksi aja wan😛

    hahaha, jadi ndak enak nih, kalo naik bajaj belum pernah nyoba, takut🙂

  3. Kalo lagi naik bus bisa diterapkan gak ya?
    ato waktu naik becak?

    kalo naik bus paling sama temen yang duduk di sebelah, kalo naik becak agak susah sepertinya🙂

  4. Aku malah bingung kalo diajak ngobrol sopir taxi… mo jawab gimana gak dijawab juga gimana… ‘Coz aku ni pemabuk, baru masuk taxi aja dah mo howeeekss….

    bah, berat nih kalo dah kayak gini, harus siap-siap minyak kayu putih🙂

  5. iya, kalo ngajak ngomong supir taksi emang kebanyakan yang keluar keluhan2 ttg semrawutnya ibukota ini, ntar bisa merembet ke omongan ttg wakil2 rakyat ato pimpinannya yang terkesan ga kerja..hehehe..

    btw,pernah ajak ngomong supir bajaj?pake mic ga? :p

    salam kenal yah🙂

    kalo soal bajaj, belum pernah, takut gak kedengeran, hihihihi

  6. ngobrol dengan orang yang tak dikenal? mm menarik, bisa menghilangkan perasaan sunyi di tengah keramaian, apalagi jikadalam perjalanan yang cukup jauh, bisa ngurangi capek.

    iya, tapi kalo ditanggapi dingin, sebaiknya jangan diteruskan, ndak enak juga kalo kita dicuekin..🙂

  7. naik heli aja …:D
    jadi lucu baca chocovanila, ingat waktu saya kecil dulu nih Teeh, sering mabok kalo naik mobil angkot,hehehehehehe:))

    wah, naik angkot si mas dah mabok, gimana kalo naik bis antarkota..??

  8. bang iwan pernah nanya: “Pak, Punya anak perempuan yang belum nikah gak pak??”:mrgreen:

    nah, kalo yang ini agak sungkan nanyanya du, padahal pengen, wakakakaka

  9. aku setuju.. kadang obrolan menarik dan tak terduga yang memperkaya cara pikir kita justru bisa didapat oleh mereka yang profesinya seringkali dianggap digeluti mereka dengan pendidikan rendah.

    teringat suatu ketika weekend ala backpacker ke Brastagi, dan (sebenarnya terpaksa) duduk di sebelah supir. Ternyata si supir yang mengaku tidak sampai menamatkan sma nya, menguasai 5 bahasa asing ( inggris, jerman, jepang) dan 3 bahasa daerah (batak, jawa, padang). Siapa yang sangka dibalik penampilannya yang kucel itu:mrgreen:
    *aksen inggrisku aja kalah jauh dengan beliau yang british style*

    apalagi kalo maen ke parapat, banyak penerjemah dengan bakat alam disana ya kan bang..?

  10. ternyata bepergian naik taksi lebih banyak menganung hikmah ketimbang punya sopir pribadi atau berkendra sendiri🙂
    bersyukurlah karena telah mampu mengmbil hikmah

    iya mas, saya bersyukur telah bisa belajar banyak dari beragam karakter..

  11. Taksinya yang tarif lama atau tarif baru? Huehe,,

    Eniwei,waktu itu saya pernah ngobrol2 dengan supir taksi yang pemahaman agamanya top abis! Keluar dari taksi dia, saya jadi merasa disindir. Pemahaman agama saya cetek banget.

    nah, itu juga pernah terjadi pada saya kimi..

  12. belajar etnografi komunikasi nih?? jadi inget sama skripsi saya kemarin hehehe

    wah, itu bagian etnografi komunikasi yah mas, makasih, saya jadi tau sekarang🙂

  13. huehehehe sama, saya klau naik taxi juga duduk didepan(sungkan si duduk dibelakang kayak bos😛 *bayar koq sungkan hehehe) n selalu pak supir nya yg mulai pembicaraan biasanya.

    iya, saya juga suka ngerasa aneh kalo duduk dibelakang, serasa manajer sih🙂

  14. terkhir kali roy naik taksi itu kira2 6 tahun yang lalu….
    kasihan yach…..
    skarang dah jd mahasiswa jd kmana – mana naek motor
    pengen mau naik taksi
    man eman
    duitnya je…🙂

    saya juga karena dibayarin koq mas.. kalo ndak naik bis patas lebih asyik, sambil merhatiin copet juga🙂

  15. Wahh kelihatannya berbakat menjadi Trainner… Habis suka membaca karakter Orang ya….?

    aha, saya malah ndak pernah kepikiran kesana, tapi jujur, emank asyik sih..

  16. Aq sih klo diajak ngomng duluan, br aq mau ngobrol.Klo nggak, yah mending diam ngelamun ato ndengerin musik🙂

    ternyata bang toim takut ditanggapi dingin juga🙂

  17. ” memang nikmat sekali melihat sisi2 keragaman itu,dimana berjuta kisah tersimpan pada diri seseorang,dan tentunya bisa mengambil pelajaran tentang apa saja. dan itu membuat kita semakin menghargai apapun seseorang itu dari mana ia berasal dan apa latar belakangnya…”

    iya bang, keberagaman menghasilkan kekayaan..🙂

  18. wah kalau sini beda dong, bung. lebih suka menyendiri di taksi, ngeliatin pemandangan di luar dan memperhatikan alur kehidupan di luar itu. secara sini paling parno kalo udah ngajak ngomong tapi ga ditanggep hehehe…

    hehehe, abisnya si bapak diajakin ngomong horoskop mulu sih dien..🙂

  19. hmmm… tapi tentu saja yg lebih penting sebelum mengenal orang lain adalah mengenali karakter diri sendiri dulu ya bung🙂

    yups, setuju, agar bisa menjadi lebih baik tentunya..🙂

  20. wan, gw jg ngerasain kadang susah dipercaya akal sehat klo beliau pernah mengenyam pendidikan tinggi kok berakhir di balik kemudi taxi, tp lagi2 bicara rejeki cuma kekuasaanNya…

    dan itu menyadarkan kembali ke kita utk selalu bersyukur bukan??😉

    itulah kak, aku juga bingung mendengar cerita-cerita yang terkadang memang sulit diterima akal sehat, well, paling gak kita bisa lebih tahu tentang hitam-putih cerita di dunia..sekaligus menyadarkan kita untuk selalu bersyukur, seperti kata sist tadi..🙂

  21. Jadi ingat tmnku S2 hukum malah kerja jadi penjaga carefour :))

    hmmm.. kita memang tak pernah tahu tentang apa yang terjadi dalam hidup kita…hanya berharap yang terbaik..🙂

  22. Hmmm…Menyelami karakter orang itu memang sulit 😛
    Sama sulitnya dengan menebak takdir kita😦

    yups, tapi dengan mengenal karakter banyak orang kita jadi lebih paham tentang hitam-putih dunia …

  23. setuju..lebih asik ngobrol sama sopir daripada ndengerin musik via headset :d

    bah, ada yang sependapat dengan saya ternyata..🙂

  24. kadang malah dengan ngobrol ma mereka,jadi menambah wawasan kita kan, belajar hal-hal baru, termasuk karakter dari pribadi itu sendiri🙂 postingan yang bagus, jadi ingat ketika saya mempelajari karakter orang-orang yang saya temui🙂

    yups, dan itu merupakan pengalaman yang tak ternilai..

  25. —manusia diciptakan dengan keragaman yang khas, dan mencoba menyeruak sisi keberagaman itu adalah sesuatu yang menyenangkan. itu saja…!!! —

    Cakep… cakep. 100% setuju.

    🙂

  26. aku juga suka ngobrol ma orang2 yang begitu😀 cuma sayangnya nilai aku di mata kuliah “memulai obrolan” cuma D- hiks hiks… keknya musti blajar sama tehaha ni…

    hmm, mungkin mbak carra harus mulai mencoba saja sepertinya…

  27. Pernah naek taksi yang sopirnya cewek gak?

    iya ya seneng aja ngobrol ama mereka2, kemaren2 wktu di JKT pernah ngobrol juga sama tukang ojek, sambil jalan, cuman fokus obrolannya cuma sekitar jalur rute terpendek dari mampang ke thamrin😛

    wah, belum pernah kang, berharap suatu saat nanti mimpi itu jadi kenyataan…🙂

  28. sebelum aku ngajak ngobrol biasanya supirnya udah pasang muka siaga gitu…
    jangan-jangan si neng ga bayar ongkos lagi..

    hahahaha, tatapan penuh curiga pun dilayangkan..🙂

  29. saya pernah naik taksi, supirnya mantan direktur sdm bank yang dilikuidasi.. ngobrolnya masih semangat 45… salut sama si bapak itu… ganteng pula (hihi)

    hehehe, teteup ganteng masih jadi parameter..🙂

  30. kita ga pernah tahu kapan, dimana, dari mana, kita mendapatkan pelajaran berharga soal hidup. Siapapun bisa menjadi mentor. Bisa jadi kesadisan seorang penjahat menjadi pelajaran buat kita untuk tidak sadis dan menjadi orang yang baik-baik. Tergantung bagaimana kita memandangnya, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
    Mau supir taksi, tukang becak, konglomerat, dll dsb, mereka pasti bisa mengajari kita, dengan cara mereka masing2.. itu aja sih🙂

    iya la, pelajaran hidup bisa didapat dimana aja…

  31. taxi,,, hmm menarik, suka sebel kalu sopirnya sengaja liwat jalur busway, padahal jalur normalnya gak macet,,, aq termasuk orang yang emosian kalu dijalanan dan paling jago nyasar, so bisa dipastikan gak ada supir taxi yang tahan dapet penumpang kayak aq, huahahahah

    hahahaha, dasar nia…

  32. mengenal banyak karakter orang memanglah sangat menyenangkan…sehingga kita paham akan sebuah perbedaan, apapun itu bentuknya.

    setuju…!! perbedaan akan memperkaya kita…

  33. Wuah,. asik juga kalo denger curhatan🙂 pasti otak ku terstimulasi buat berpikiran bijaksana.. dan mencarikan solusi dengan cepat.. but ga selalu bisa di andalkan:p

    mungkin karena belum mencoba saja mas..🙂

  34. “saya lulusan dusseldorf, jerman. pernah berada dalam satu forum resmi dengan ekonom sekelas wijoyo nitisastro, emil salim, hingga sri mulyani indrawati”

    ngakak😆

    sama, saya nyaris tertawa kala itu, tapi masih percaya juga dikit-dikit..🙂

  35. aku pernah ngaku lulusan ITB dan cumloud, sekarang kerja di amerika… *langsung di tempeleng*

    hix…

    hehehehe, kalo ini memang agak nyeleneh..

  36. iya, saya juga sering mengalami demikian itu. suatu perjalanan bisa memberi kita banyak pelajaran.🙂

    pasti..!! dan itu tak ternilai harganya..

  37. Mo ngobrol sama Pilot Pesawat susah euy… gimana donk… padahal khan mo tanya, pernah ketemu bung gatotkoco ??? *nyeleneh*

    kalo saya malahmemilih ngobrol dengan mbak pramugari🙂 , hihihihihi

  38. Sungguh pengalaman hidup yang sangat menarik, semakin memperkaya wacana tentang kerasnya kehidupan

    dan mengajak kita untuk selalu bersuyukur tentunya…

  39. eh sama dong sama aku suka ngobrol ma sopir ato lebih tepatnya banyak nanya huahaha… ^_^ tapi untungnya masih ditanggepin n ga disuruh keluar di tengah jalan😉

    hehehe, memang ndak enak kalo kita ngomong malah direspon dingin…

  40. dai bercakap ato diskus akan banyak mengasah keterampilan kita. emosi, sosial juga melatih keterampilan vokal. Tapi bukan binavokalia loh…

    hahaha, kalo kursus binavokalia bukan diatas roda tentunya🙂

  41. kalo diajak ngoborol sama supir taksi bingung mau jawab apa. waktu itu sempet diajak ngomong tentang kemampuan bahasa inggris dalam dunia global, gara2 dia nganterin saya les bahasa inggris jadi ngomongin itu deh. bingung mau nanggepin apa.

    nah, banyak hal yang tidak terduga sebelumnya memang, seperti yang aya alamin..

  42. woow…
    saya suka iri sama orang2 yg punya kemampuan mengeksplor orang lain,
    saya sendiri kalo ga dieksplor duluan, ga bakal buka mulut;

    kaku

    memulai itu memang sulit, kalo dah dimulai biasanya pembicaraan pun mengalir lancar🙂

  43. waaa..q paling sering diajak ngobs sama bapak taksi..dan kadang ada yang terdengar “ah, yang bener ni?” entahlah..hihi.. pernah suatu kali bapak itu bilang, dulunya dia pernah jadi manager salah satu plaza di Surabaya.. “weee mantan manajer kok nyupir?” q balik tanya..trus kenapa bisa nyupir? bapaknya cuman bilang, ya tuntutan hidup.. “ho?”

    hehehe, banyak cerita sejenis yang juga saya jumpai..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s