Merah-Putih

tren tipu-menipu….

dua bulan yang lalu saya dikagetkan dengan telepon dengan nada terburu-buru dari seorang kerabat di kampung. penasaran, karena semuanya terjadi tiba-tiba, cukup mengagetkan. bagi saya yang jauh dari rumah, panggilan dengan karakteristik seperti itu selalu menggiring saya untuk berpikir negatif, selalu negatif. tak disangka, setelah membuka pembicaraan dan terlibat komunikasi dua arah yang cukup lama. saya berkesimpulan, bahwa kerabat saya sedang menjadi target penipuan oknum/sindikat yang beruntung sudah saya tau gerak-geriknya.

bagi masyarakat biasa yang pada umumnya reaktif dan cukup permisif, memenangkan sebuah undian berhadiah menggiurkan di masa sulit seperti sekarang adalah sebuah anugerah yang tak mungkin ditolak. mayoritas kita, terjabak dalam irrasionalitas yang membutakan akal sehat, mengesampingkan cara berpikir yang lebih bijak karena hegemoni kegembiraan yang memang tak pernah diduga. dan itulah kelemahan manusia, yang menjadi cela bagi kawanan penipu untuk memuluskan niat busuknya.

tren seperti ini belakangan merebak lewat berbagai cara dan modus yang berbeda. lewat sms, brosur, undian berhadiah ataupun kedok marketing dengan harapan sang target tergoda lantas menuruti setiap permintaan mereka. tak jarang, banyak korban yang terjerat ulah sindikat ini. meski, harus diakui, banyak juga diantara kita yang telah paham dan mengatakan tidak untuk setiap jenis pembodohan yang ditawarkan para penipu.

saya merasakan kegundahan yang luar biasa ketika mengetahui masih ada saja saudara-saudara kita yang terjerat penipuan ini. kebanyakan dari mereka memang gelap mata karena tak sanggup melawan suka cita, ditambah minimnya informasi tentang modus semacam ini.

tren semacam ini akan terus berlangsung. krisis ekonomi yang disertai tingkat penyerapan tenaga kerja yang masih rendah menyebabkan banyak saudara-saudara kita memilih untuk menjadi sekelompok profesional yang memilih jalan pintas untuk bisa sejahtera.

belakangan, penipuan terus berkembang. bahkan, dengan trik yang semakin tak masuk akal. saya hanya bisa tertawa kecil ketika ada seorang pahlawan yang mengaku punya kekayaan setara dengan 20x APBN Indonesia tercinta……

kalau sudah begini, apa kata dunia….????

hehehehe

salam,

-superunknown-

28 thoughts on “tren tipu-menipu….

  1. Jarang2 pertama di blognya bang ihwan.

    ini merupakan realitas sosial bang, jadi skr kita harus pinter2 menghadapinya. jgn mau ketipu ama yg begituan. yah faktor jamanjuga yg mempengaruhi

  2. akhir taun lalu, tetangga gw juga dapet. tapi gatau ini masuk penipuan apa ngga.
    masih ignet promosi deterjen yang ada hadiah mobilnya kan??
    nah, tetangga gw nemu stiker hadiah mobil di deterjen yang dia beli. MUngkin sih emang bener dia dapet beneran, tapi masa penukaran hadiahnya dah lewat.jauh malahan.
    nah, waktu itu dia telpon -tapi gatau ke costumer srvice nya apa bukan– katanya masih bisa ditukerin.

    karna mencium aroma ketidak beresan, akhirnya gw bilang aja klo hadiah itu dah ga bisa dituker, karna dah lewat masanya.

    *wan, klo yang di berita itu beneran, boleh ga yah, ikutan minjem.😛 😛

  3. Alhamdulillah ga pernah dan semoga akan selamanya tidak pernah!

    sayapun heran sekali sama orang yang suka ketipu padahal jelas jelas indikasi menipunya! heran! ko bisa? ah… entahlah…

  4. Ngomong-ngomong, orang yang mengaku punya kekayaan 20x APBN itu, khabarnya sudah ketahuan tipuannya. Barusan diberitakan kalau dia dikejar-kejar karena nunggak biaya hotel, biaya katering, biaya artis, dan sebagainya, yang timbul ketika dia mengadakan acara untuk pengukuhan dirinya tersebut.

    Entah kapan habisnya ya aksi tipu menipu seperti ini? Salam kenal.

  5. diriku pernah ditipu juga. katanya dapet mobil, sampe kunci-kuncinya juga dikirimin ke sini hihihi. hampir aja si Ibu nelpon tuh orang, karena dikira kuncinya kunci mobil beneran. padahal udah kabar-kabari ke sodara-sodara. eh ternyata tetangga sebelah juga dapet surat yang sama dengan kunci yang sama, ga jadi deh.. ada-ada aja ya. cerdiknya licik begini.

  6. eh, gw juga pernah ditelpon langsung malah. trus yg nyebelinnya itu pas jam kuliah, ya terang aja gw jutekin lah. eh,,dari yg berniat menipu malah jadi marah2 gara2 gw jutekin.

    hayoo..bingung gw. ni orang sebenernya mo apa sih?

  7. para penipu itu makin merajalela meski sudah banyak yang ditangkap aparat.
    Apa karena negara kita sedang morat marit, maka morat marit juga moral sebagian warganya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s